7 Klub Sepak Bola Ini Miliki Tim E-Sport – Sports hendak merilis permainan sepak bola terkini mereka, FIFA 20, pada September tahun ini. Waralaba permainan FIFA ialah salah satu permainan yang sangat laris di antara permainan olah raga yang lain. Permainan sepak bola, paling utama FIFA, sudah jadi candu yang menginfeksi tiap pecinta sepak bola di segala dunia. Normal bila berusia ini, turnamen- turnamen esports yang mempertandingan cabang permainan FIFA terus bermunculan.

Electronic Sports World Cup yang diselenggaraan di Paris tiap tahunnya, sudah memasukan FIFA jadi salah satu cabang berolahraga elektronik yang dimainkan di turnamen tersebut semenjak 2009.

Baca Juga : Ricardo Salampessy Suka Main Game Pubg Esports

Kenyataan ini membuat klub- klub sepak bola membentuk regu E-sport sendiri. Klub asal Italia AS Roma jadi yang terbaru membuat suatu regu esports yang hendak mewakili AS Roma di tiap turnamen permainan FIFA.

7 Club Bola Mempunyai Team Esports

7 Club Bola Mempunyai Team Esports

Nah, kedatangan AS Roma terus menjadi meramaikan persaingan di cabang e- sport. Karena, beberapa klub lain Eropa tadinya telah eksis. Serta, di dasar ini merupakan beberapa klub sepak bola yang mempunyai regu e-sport. Serta luar umumnya 2 regu anggota Liga 1 Indonesia pula mempunyai regu e- sport. Di dasar ini pembahasan detilnya:

1. Paris Saint- Germain (PSG)

Dipunyai taipan asal Qatar membuat Paris Saint- Germain (PSG) bebas buat membuat regu serta mencari bakat yang mumpuni. PSG meluncurkan regu esports pada Oktober 2016 serta mengontrak 2 atlet FIFA asal Denmark serta pula juara 2 kali eFIFA World Cup (2014, 2016), ialah August Rosenmeir serta Lucas Cuillerier.

Tidak lama berselang, mereka sukses menjuarai turnamen Electronic Sports World Cup yang diadakan di Paris, Paris Permainan Week. namum pemain paris saint germain ini hobi sekali dengan permainan judi bola dengan rajin ia memainkan nya disaat itu.

Tidak hanya di FIFA, regu esports Paris Saint- Germain pula mempunyai regu esports di sebagian permainan lain, semacam Rocket League, DOTA 2 serta League of Legends.

Walaupun pernah terseok- seok di turnamen yang mempertandingkan cabang permainan League of Legends, Paris Saint- Germain sukses lolos ke babak play- off European Challenger Series yang membuat mereka wajib berhadapan langsung dengan salah satu regu kokoh di Eropa, Fnatic.

2. Manchester City

Tidak ingin kalah dari West Ham, dengan gelontoran duit dari Sheikh Mansoor, Manchester City pula mau menggunakan kesempatan dari perputaran duit yang besar di industri ini.

City merekrut Connor‘ iBattleCat’ Keys ePremier League 2019, turnamen esports yang mempertandingkan cabang permainan FIFA serta diiringi oleh 20 klub sepak bola kontestan Premier League.

3. Liverpool

Liverpool pula tidak mau ketinggalan kereta di industri berolahraga elektronik. Liverpool merekrut Donovan” Tekkz” Hunt dari regu The F2 buat mewakili mereka di turnamen FIFA ePremier League 2019 yang diiringi 20 klub partisipan Premier League.

Pada turnamen ini, Liverpool serta Donovan” Tekkz” Hunt sukses keluar jadi juara, sekalian mencatat sejarah, regu awal yang memenangi ePremier League.

4. AS Roma

Klub Italia ini pula sangat bernazar membentuk regu esports yang sanggup berdialog banyak di tiap kompetisi yang mereka arungi. Mereka bekerja sama dengan fnatic, suatu organisasi esports yang berbasis di Kota London buat membentuk regu yang hebat. dan sempat salah satu pemain nya bermain judi agen casino.

Regu ini apalagi sukses membukukan rekor tidak terkalahkan di turnamen esports Gfinity Elite Series.

Tidak cuma fokus di FIFA, regu bentukan AS Roma ini pula sudah bertanding di bermacam cabang permainan semacam League of Legends, Counter- Strike, sampai Dota 2.

5. Valencia

Pada tahun 2016, Valencia jadi klub Spanyol awal yang membentuk regu berolahraga elektronik. Tidak mau tertinggal sangat jauh, Valencia langsung membentuk 4 regu esports yang bertanding di cabang permainan FIFA, League of Legends, Heartstone serta Rocket League. Valencia juga pernah dapat tawaran dari salah 1 Bandar judi online tetapi hanya sementara saja kontrak tersebut.

Intensitas Valencia membuat regu esports langsung dibuktikan dengan gelar juara, 2 regu esports mereka berhaili menjuarai turnamen Hearth serta League of Legends pada ajang DreamHack 2016.

6. Bali United

Bali united ialah regu sepak bola Indonesia yang terbilang cerdik dari segi bisnis. Klub asal Pulau Dewata ini jadi klub Indonesia awal yang memiliki regu berolahraga elektronik.

Pada dini tahun 2019 ini, Bali united bekerja sama dengan suatu organisasi esports lokal buat membentuk regu esports bernama Island of Gods. Regu bentukan Bali United tersebut hendak bermain di turnamen- turnamen esports pada cabang permainan Mobile Legends, Dota 2, serta PlayersUnknowns BattleGround.

7. PSS Sleman

Tidak ingin kalah dari Bali United, PSS Sleman mengejutkan banyak pihak dengan membuat regu berolahraga elektronik yang diberi nama Elang Jawa Sports pada Juni 2019 kemudian.

Buat dini, Elang Jawa Sports hendak bermain di kompetisi esports yang mempertandingkan cabang permainan FIFA serta Pro Evolution Soccer. Tetapi dalam sebagian waktu dekat, Elang Jawa Sporst pula hendak mulai masuk ke cabang permainan Mobile Legends.

Ya terus menjadi berkembangnya industri ini pula terus menjadi jadi komoditi bisnis. ESPN serta firma studi pasar, Newzoo memberi tahu hasil suatu studi yang melaporkan kalau tahun ini penggemar serta pemain esports hendak meningkat jadi 427 juta orang di segala penjuru Bumi.

Secara bisnis tercatat industri ini sukses menciptakan keuntungan USD 194 juta tahun 2014 yang naik jadi USD 463 juta pada tahun 2016. Angka in diprediksi hendak terus naik, apalagi dapat memegang USD 1 miliyar pada tahun 2019 ini.